Rumus untuk mempersiapkan diri: Ancaman - Gangguan - Halangan - Tantangan - Rintangan (AGHTR).
Macam-macam Kejahatan yang diprediksi akan terjadi di masa depan:
1. Kejahatan kesehatan;
2. Kejahatan komputer ;
3. Kejahatan hiburan;
4. Kejahatan budaya;
5. Kejahatan kota;
6. Kejahatan lingkungan dan perubahan iklim;
7. Kejahatan pendidikan;
8. Kejahatan energi;
9. Kejahatan makanan;
10. Kejahatan robot;
11. Kejahatan ketenagakerjaan.
Apa saja manfaat bekerja sambil bekerja?
1. Memperbesar peluang sukses;
2. Menambah wawasan;
3. Memperluas networking;
4. Melatih kemampuan time management;
5. Menentukan skala prioritas;
6. Melatih kesabaran dan emosi; dan
7. Melatih leadership dan teamwork.
Mahasiswa Sebagai Generasi Penerus Bangsa:
1. Berkontribusi untuk masyarakat;
2. Bersikap dan berperilaku disiplin;
3. Ikuti prinsip dasar hidup yang benar;
4. Taat hukum (nilai etika, jujur dan integritas);
5. Tanggung jawab;
6. Memprioritaskan kepatuhan pada aturan dan hukum masyarakat;
7. Hormati hak orang lain;
8. Bekerja keras dan tepat waktu; dan
9. Tidak menyalahkan orang lain (bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan bekerja tuntas).
"Menjaga nama almamater bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu, kita harus meningkatkan moral dan berani berubah untuk menjadi lebih baik dan sadar akan tanggung jawab masing-masing."
Penyampaian pendapat di muka umum adalah penyampaian pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab di hadapan orang banyak, termasuk di tempat yang dapat didatangi dan/atau dilihat orang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bentuk kegiatan penyampaian pendapat di muka umum meliputi:
1. Unjuk rasa atau demonstrasi;
2. Pawai;
3. Rapat umum;
4. Mimbar bebas;
5. Penyampaian ekspresi secara lisan, aksi diam, aksi teatrikal, dan isyarat;
6. Penyampaian pendapat dengan alat peraga, gambar pamflet, poster, brosur, selebaran, petisi, spanduk; dan
7. Kegiatan lain yang intinya bertujuan menyampaikan pendapat di muka umum.
Menyampaikan pendapat di muka umum wajib untuk:
1. Menghormati hak asasi manusia;
2. Tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan Undang-Undang;
3. Menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum;
4. Berlangsung secara aman, tertib dan damai.
"Apabila melanggar UU, maka penyampaian pendapat di muka umum dapat dikenakan sanksi dan pembubaran, serta penggeledahan dan penyitaan barang bukti."
Peran Mahasiswa dalam Menjaga Ketertiban Masyarakat:
1. Menjunjung keakraban, toleransi dan menghormati hak-hak semua orang;
2. Menginformasikan kepada Dekan/Rektor apabila terdapat indikasi yang mengganggu ketertiban kampus;
3. Peduli lingkungan maupun sarpras di kampus;
4. Memotivasi para UKM untuk menyelenggarakan kegiatan bernuansa kepedulian sosial;
5. Memberitahu aparat kepolisian akan kegiatan penyampaian pendapat maupun bentuk lain yang melibatkan masyarakat luar kampus;
6. Berpartisipasi aktif mengamplifikasi pesan kantibnas di media sosial maupun mainstream.
Hal yang dapat dilakukan untuk mendorong pribadi adalah:
1. Optimalkan waktu untuk wawasan, kepribadian, keadilan, kejujuran, dan empati dalam kehidupan sehari-hari;
2 Berorientasi pada perubahan untuk kemajuan bagi kepentingan bangsa dan negara;
3. Mendorong motivasi, berpikir positif, berprestasi, kreatif dan inovatif sesuai kemajuan dan perkembangan zaman;
4. Think globally, act locally; inklusif dan berkelanjutan.
Materi 2: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Pemateri: Wakil Rektor Bidang Akademik - Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.
B - Business Sector, Finance, Investment, and Assets (sektor bisnis, keuangan, investasi, dan aset)
E - Empowerment of Human Resources (memperkuat sumber daya manusia)
S - Services for Community (pelayanan bagi komunitas/masyarakat)
T - Teaching (pengajaran)
R - Research (penelitian)
O - Organizational Partnership (kemitraan organisasi)
N - Network Infrastructure (infrastruktur koneksi)
G - Good University Governance (pengelolaan universitas yang baik)
Materi 3: Transformasi Bandarlampung Menuju Kota Metropolitan Pemateri: Kaban Kesbangpol Bandarlampung - Paryanto, S.IP
Pesan Walikota Bandarlampung - Hj. Eva Dwiana:
1. Jadikan program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru sebagai wahana untuk memahami kegiatan kampus sebagai lingkungan akademis;
2. Jadikan program pengenalan kehidupan kampus sebagai forum untuk meningkatkan wawasan baru dalam pengawasan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal;
3. Memberikan pemahanan tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan mahasiswa berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan; serta
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Universitas Lampung serta mematuhi norma-norma yang berlaku di kampus.
Pesan pembicara:
1. Jaga nama baik almamater dan kota Bandarlampung;
2. Belajar dengan giat dan raih prestasi setinggi-tinggi nya;
3. Jadilah pribadi yang berintergritas dan peduli akan lingkungan sosial.
Materi 4: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Pembicara: Komandan Koren 043 Gatam - Brigjen TNI Haryantara, S.H.
3 unsur wawasan kebangsaan: rasa bangsa, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan.
Nilai dasar wawasan kebangsaan:1. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Kuasa;
2. Tekad bersama untuk hidup berkebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu;
3. Cinta bangsa dan tanah air;
4. Demokrasi atau kedaulatan rakyat;
5. Kesetiakawanan sosial;
6. Masyarakat adil dan makmur.
Beberapa ancaman yang dihadapi saat ini:
1. Radikalisme, intoleran dan terorisme - radikal kiri;
2. Bahaya laten komunis - radikal kiri;
3. Gerakan separatis - GAM/RMS/OPM;
4. Tawuran pelajar - lemahnya pendidikan karakter;
5. Narkoba & seks bebas - kurangnya edukasi mengenai nilai moral dari lingkungan sosial;
6. Demografi - pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak merata.
Apabila tidak ada antusiasme, maka akan sulit untuk membangun rasa kebangsaan, kemudian akan kehilangan jati diri yang ditandai dengan:
1. Menurunnya rasa cinta tanah air;
2. Menurunnya rasa rela berkorban;
3. Menurunnya rasa tidak mengenal menyerah;
4. Menurunnya pemahaman terhadap Pancasila;
5. Hilangnya kemampuan bela negara.
Yang harus dilakukan adalah:
1. Punya karakter;
2. Tujuan hidup jelas;
3. Kerja keras untuk masa depan;
4. Gali potensi diri;
5. Berani berkompetisi secara sehat;
6. Taat aturan;
7. Cintai bangsamu;
8. Mau bekerja sama dan menghargai perbedaan;
9. Tenang di segala situasi dan kondisi;
10. Mampu melihat perspektif orang lain;
11. Empati terhadap kondisi sekitar;
12. Up to date.
"Kita mempunyai wawasan kebangsaan untuk kepentingan nasional dan memiliki arti penting di era globalisasi."
DAY 2 PKKMB Universitas Materi 1: Peran Mahasiswa di Era Digital
Pemateri: Wakil Rektor Bidang Akademik - Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T.
A. Peran Mahasiswa di Era Digital
Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi:
1. Pemahaman teknologi
2. Pengembangan keterampilan digital
3. Kolaborasi daring
Membangun literasi digital:
1. Evaluasi informasi
2. Etika digital
3. Komunikasi efektif
Berkontribusi pada inovasi
1. Solusi kreatif
2. Partisipasi aktif
3. Pemanfaatan big data
B. Hambatan
Tantangan:
1. Kesenjangan digital
2. Biaya Tinggi
3. Ketimpangan infrastruktur
Pergeseran Metode Pengajaran:
1. Pembelajaran daring
2. Metode campuran
3. Evaluasi berbasis teknologi
Pemberdayaan kolaborasi:
1. Platform komunikasi
2. Proyek Lintas disiplin
3. Jaringan global
c. Strategi untuk Berkembang di Era Digital
Pola pikir - Belajar Sepanjang Hayat
1. Adaptasi Teknologi
2. Pemahaman Tren
3. Motivasi Internal
Membangun Ketahanan
1. Fleksibilitas mental
2. Pemecahan masalah
3. Mengelola stress
Materi 2: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
Pemateri: UPA BK Satgas PPK-PT
"Kamu berhak merasa didengar, dipahami, dan tenang."
Mulai saat ini, semua bisa mengecek kondisi psikologis mereka melalui https://upa-bk.unila.ac.id/. Unila peduli akan kesehatan mental para mahasiswa/i.
Materi 3: Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (PGN)
Pemateri: UPA BK Satgas P4GN
"Menuju Kampus Bersinar (Bersih dari Narkotika)"
3 Pilar Program Utama:
2. Program edukasi
3. Program pelayanan/pendampingan
DAY 1 PKKMB Fakultas
Materi:
1. Pembelajaran Perguruan Tinggi di era 4.0 dan Plagiarisme
2. Sistem Perkuliahan dan Pembimbingan Akademik
3. Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus
4. Hak dan Kewajiban Mahasiswa Selama Menjalani Perkuliahan FMIPA
5. Sarana dan Prasarana yang Disediakan Universitas
6. Strategi Perkuliahan yang Efektif
Pemateri:
1. Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M. Si.
2. Mulyono, Ph.D.
3. Dr. Aristoteles., S.Si., M.Si.
4. Dr. Junaidi., S.Si., M.Sc.
5. Ketua jurusan
Hari ini saya mempelajari bahwa Universitas Lampung memberikan banyak pelayanan yang memudahkan para mahasiswa untuk menjalani kehidupan perkuliahan yang mudah dan efisien. Semua dipersiapkan dengan matang, mulai dari rencana pembelajaran, sistem perkuliahan, peraturan perkuliahan, pembimbingan karakter untuk mahasiswa, sarana dan prasarana yang dapat diakses dengan mudah, dan persiapan strategi untuk berkuliah dengan efektif.
Contoh sarana dan prasarana di Unila:
dan masih banyak lagi...
Quote yang saya peroleh dari hari ini:
"Selalu ucapkan bahwa SAYA BISA."
DAY 2 PKKMB Fakultas
Materi: Motivasi dan Strategi Sukses menjadi Mahasiswa FMIPA 2025 Menuju Generasi Emas 2045
Pemateri: Supriono, S.Si., CMP, CMLP. - motivator dan inspirator sekaligus trainer nasional di bidang spititual, motivation and self development (SMS) dan Personal Character Building (PCB).
Apa itu Generasi Emas 2045?
Generasi emas 2045 adalah generasi muda Indonesia yang lahir sekitar tahun 2000-2016 yang akan berusia 35-45 tahun saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Siap memimpin bangsa menuju negara maju.
Mengapa FMIPA menjadi kunci strategis di era revolusi industri 4.0 dan 5.0?
Menurut Data Kemenristekdikti 2024, 7 dari 10 profesi yang paling dibutuhkan di tahun 2030 berbasis sains (AI, data science, bioteknologi, dan energi terbarukan). Kemudian, lulusan FMIPA memiliki tingkat penyerapan kerja tertinggi ke-2 (87,6%) setelah kedokteran (91,2%), dan 40% startup teknologi di Indonesia dipimpin oleh lulusan FMIPA.
Lalu, apa tantangan bagi mahasiswa FMIPA 2025?
1. Adaptasi Kuliah Intensif (MTK/Fisika), dengan persentasi mahasiswa sebanyak 68%;
2. Manajemen Waktu & Stres Akademik, dengan persentasi mahasiswa sebanyak 72%;
3. Kurangnya Motivasi Jangka Panjang, dengan persentasi mahasiswa sebanyak 54%
4. Minat Riset yang Belum Terbentuk, dengan persentasi mahasiswa sebanyak 61%;
5. Keterbatasan Akses Riset Dini, dengan persentasi mahasiswa sebanyak 57%.
Fakta Menarik (Statistik Global& Lokal)
1. Tingkat kelulusan mahasiswa Indonesia hanya 40% yang lulus tepat waktu (4 tahun);
2. Tingkat putus kuliah (dropout rate) sebanyak 18% di PTN dan 31% di PTS;
3. Tingkat putus kuliah di AS sebanyak 39% mahasiswa sebelum tahun ke-3;
4. Tingkat stres akademik terjadi pada 74% mahasiswa.
Berdasarkan penelitian Pascarella & Terenzini (2023), mahasiswa sukses adalah mereka yang:
1. lulus tepat waktu;
2. IPK >= 3.25;
3. Aktif dalam organisasi/penelitian;
4. Memiliki keseimbangan hidup (akademik, sosial, mental);
5. Siap kerja atau melanjutkan studi.
"Motivation is a reason to do something."
0 Komentar